Jumat, 28 Agustus 2015

ff special for my chingudeul (repost)

A Dream
-
-
For my chingudeul~ Ratna “dudu” Pertiwi ^^

I hope her loves this ff kkk~

Love from -XiuminShock-
(always love DuMin /chu~/)
-
-

Happy reading~

-
-

Senang rasanya memiliki seorang kekasih yang mencintai kita dengan sepenuh hati. Memiliki seorang kekasih yang mempunyai wajah tampan pasti juga sangat membahagiakan. Siapa juga yang tidak ingin memiliki kekasih yang tampan sekaligus sangat mencintai kita? Itulah yang aku rasakan saat ini. Aku memiliki kekasih yang sangat mencintaiku dan juga dia sangat tampan sekali. Wajahnya yang kadang-kadang terlihat seperti anak kecil itu, begitu imut dan menggemaskan bila orang melihatnya. Matanya yang bulat besar dan jangan lupakan bibirnya yang begitu kissable berbentuk seperti sebuah hati yang begitu ingin aku menciumnya.

Aku bertemu dengan kekasih ku di bandara saat aku sedang terburu-buru sekali karena aku takut akan ketinggalan pesawatku menuju Korea dan saat itulah moment ku dengannya bertemu. Aku tidak sengaja menabraknya. Mungkin bila aku tidak menabraknya saat itu pasti sekarang aku tidak akan menjadi kekasihnya.

-Flashback-

“BRUKK!”

“Maaf. Maafkan aku.”

Aku melihat dia yang duduk terjatuh bangun dengan tampang yang aahhhh membuatku sangat speechless. Wajahnya sangat tampan dibalik kacamata hitamnya. Gayanya yang sangat cool dan jangan lupakan senyumanya yang sudah membuatku begitu langsung jatuh hati padanya. Yahh bisa dibilang aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu pertama kali dengannya.

“Kau tidak apa-apa?”

Suaranya membuatku ingin melayang. Aku masih belum tersadar dari lamunanku. Aku terus saja memandanginya. Aku baru tersadar dari lamunanku saat mendengar sebuah pemberitahuan bahwa sebentar lagi pesawat yang akan aku tumpangi akan lepas landas.

“Aku tidak apa-apa. Maaf sudah menabrakmu.”

Aku menunduk beberapa kali padanya dan langsung pergi meninggalkannya. Dengan sedikit berlari kecil aku masih terus menoleh kebelakang melihatnya. Aku mengerang kesal dalam hatiku. Mengapa disaat seperti ini aku harus berpisah dengan namja tampan seperti dia? Akhirnya aku masuk dalam pesawat dan memilih tempat duduk ku.
-
-
Skip Time
-
-
Sudah sebulan sejak kejadian dibandara itu. Aku terus saja memikirkan namja yang kutabrak dibandara sebulan yang lalu. Mengapa wajah namja itu tidak bisa hilang dalam pikiran ku? Seandainya ada seorang peri yang bisa mengabulkan permohonanku sekarang, aku ingin bertemu dengannya sekali lagi, tapi itu sangat tidak mungkin terjadi. Di dunia ini memang ada seorang peri? Ini bukanlah dunia fantasi seperti halnya yang ada di cerita dongeng. Ini adalah dunia yang nyata dimana seorang peri itu sama sekali tidak ada. Tapi sekali lagi aku terus memikirkan hal itu. Peri kumohon datanglah. Aku ingin kau mengabulkan permohonanku.

Saat aku berjalan tanpa memikirkan jalan yang aku ambil, tiba-tiba seseorang menarik lengan ku kepinggir jalan. Aku terkejut melihat seorang ahjumma sekarang sedang mencengkram lengan ku. Tidak begitu kencang tapi itu sudah sukses membuat ku takut. Bagaimana tidak? Seorang ahjumma yang tidak kau kenal menarik mu dan sekarang dia menatapmu dengan tajam seolah-olah kau adalah seorang tahanan yang sedang di introgasi sekarang.

“Ahjumma apa yang kau lakukan? Mengapa kau menatapku seperti itu? Lepaskan aku!”

Sungguh sikap ahjumma ini sudah membuatku takut setengah mati. Perkataan ku sama sekali tidak di dengar olehnya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus melepas paksa cengkramannya dan lari sekuat tenaga meninggalkan tempat ini?

“Kau ingin bertemu dengan seorang namja yang sebulan lalu kau tabrak dibandara bukan?”

Aku begitu terkejut mendengar ahjumma berkata seperti itu. Apa yang ahjumma ini katakan? Mengapa dia bisa tahu keinginanku? Apakah dia bisa membaca pikiran ku? atau memang dia seorang pembaca pikiran sehingga tahu semua pikiran orang-orang yang lewat disini?

“Sebentar lagi kau akan bertemu dengannya, tapi kau tidak bisa melihatnya langsung. Kau hanya bisa melihat dia dari jauh dan dibalik punggunya saja.”

Apa aku akan bertemu dengannya? Bertemu dengan namja tampan itu? Apa tidak salah ucap ahjumma ini? Dia gila atau sedang menipuku sekarang? Tapi tidak mungkin kalau dia menipuku. Kalau dia menipuku, mengapa ahjumma ini tahu sekali apa keinginan ku? Dan perkataannya sangat tepat sekali. Setelah itu ahjumma langsung melepaskan cengkramannya dari lengan ku. Aku masih belum bisa pergi meninggalkannya. Aku masih menatap ahjumma itu dengan wajah bertanya.

“Pergilah sekarang. Sebentar lagi kau akan bertemu dengannya.”

Aku langsung pergi dengan langkah pelan. Aku terus memikirkan semua ucapan yang ahjumma tadi katakan kepadaku. Apakah aku harus mempercayai semua perkataan ahjumma tadi? Tidak mendapatkan seorang peri yang aku inginkan sekarang aku bertemu dengan seorang ahjumma yang bisa membaca pikiran seseorang. Apakah sekarang aku mulai mempercayai kalau ahjumma itu bisa membaca pikiran seseorang? Aahhh sudahlah. Aku tidak ingin memikirkan hal itu.
-
-
Setelah lelah seharian berjalan dan terus berperang dengan pemikiranku tentang perkataan ahjumma asing tadi, aku masuk ke dalam kedai bubble tea. “Mengapa kedai ini selalu ramai setiap kali aku kemari?” Aku berjalan menuju antrian yang bagiku sangat panjang sekali.

Saat aku berjalan maju menuju antrian seketika itu juga aku melihat namja yang sangat mirip dengan namja yang aku tabrak dibandara sedang berjalan keluar dari kedai. “Apakah aku tidak salah melihat tadi? dia adalah………..” aku langsung bergegas pergi keluar kedai tanpa memikirkan lagi rasa lelah ku. Aku menolehkan pandangan ku ke segala arah dan aku melihatnya sedang berjalan menuju lampu merah penyebrangan. Aku mengejarnya dengan berlari tanpa memikirkan siapa pun orang yang aku tabrak sekarang.

“Aku mohon jangan pergi. Aku hanya ingin melihatmu saja. Aku ingin memastikan apakah benar itu kau.”

Sepertinya ini bukan hari keberuntungan ku. Dia sekarang telah berjalan menyebrangi jalan keseberang. Aku ingin mengejarnya tapi mengapa disaat seperti ini lampu merah menyala? Dengan hati yang sangat berat aku hanya bisa memandangi punggungnya dari kejauhan.
-
-
Aku sangat malas untuk masuk sekolah hari ini. Semua pemikiran tentang namja bandara itu sudah membuatku kehilangan semangat ku. Hari ini aku ingin tidur saja di perpustakaan. Membolos disaat pikiran sedang kacau tidak masalah bukan? Hanya sekedar menyegarkan otak saja.

Aku berjalan pelan menuju perpustakaan dengan wajah yang terlihat kusut dan tanpa adanya semangat. Aku berjalan dengan lunglai dan tanpa sadar seseorang sekarang sedang menghalangi jalan ku. Aku mendongak melihat siapa orang yang sudah berani menghalangi jalan istirahatku menuju perpustakaan. Aku langsung terkejut dan langsung bangun dari rasa malasku melihat orang yang sekarang sedang berdiri dihadapan ku ini. Aku terus mengedipkan mata ku. Percaya atau tidak. Mimpi atau tidak hari ini. Aku melihat namja bandara ada dihadapan ku sekarang. Dia tersenyum dan menyapaku.

“Nana..”

Aku ingin pingsan sekarang. Benar ini adalah namja bandara itu. Namja yang ingin aku temui. Namja yang sudah membuatku kehilangan semangat ku. Dia benar-benar ada dihadapan ku sekarang.

“Ayo ikut aku sekarang.”

Dia langsung menggandeng tangan ku dan menarik ku untuk ikut bersamanya. Aku masih belum bangun dari kesadaraanku. Aku merasa ini adalah sebuah mimpi. Mimpi yang sangat indah. Baiklah kalau ini adalah sebuah mimpi aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi.

Di atap sekolah sekarang, aku dan dia sedang duduk manis sambil melihat pemandangan sekolah dari atas. Dia menggenggam tangan ku dengan erat sedangkan aku menyandarkan kepalaku dibahunya. Senangnya aku bisa seperti ini dengannya.

“Kau adalah namja yang aku tabrak dibandara sebulan yang lalu bukan?”

“Benar.”

“Bolehkan aku tahu nama mu?”

“Bukankah kau sudah tahu namaku?”

Aku mengernyitkan keningku. Memang siapa namanya? Aku tidak tahu. Dengan malu-malu aku pun bertanya namanya lagi padanya. “Memang siapa nama mu? aku tidak tahu.” Dia tersenyum manis lalu mengelus lembut rambutku. “Kyungsoo.” Aku tersenyum lebar mendengar namanya. “Kyungsoo oppa. Nama yang bagus. Tapi apakah kau mengenalku? Kita bahkan hanya bertemu saat kejadian tabrakan itu.” Lagi dia hanya tersenyum padaku.

Baiklah aku tidak akan bertanya lagi padanya. Aku tidak akan bertanya lebih jauh lagi. bagiku seperti ini saja sudah membuatku senang. Aku hanya ingin terus seperti ini dengannya. Aku tidak ingin bangun dari mimpi indah ini. Tolong siapa saja, eomma, appa, oppa, jangan bangunkan aku sekarang. Aku masih ingin melanjutkan mimpi indah ku ini.

-Flashback End-

 “Nana bangun. Cepat bangun!!”

Suara siapa ini? siapa yang sudah membangunkan ku dari mimpi indah ku?

“Nana cepat bangun!! Kyungsoo sudah menunggumu dibawah.”

Kyungsoo? Apakah aku tidak salah dengar? Bukankah Kyungsoo hanya nama yang ada dalam mimpi ku. Aku langsung menyibak selimutku dan ternyata aku melihat bayangan eomma sudah pergi meninggalkan kamarku. “Kyungsoo? Eomma menyebut nama Kyungsoo oppa? Tidak mungkin.” Aku langsung bangun dan berdiri mengumpulkan nyawa ku sebentar. Setelah itu aku turun kebawah melihat apa yang eomma katakan tadi. Sampai bawah aku melihat seorang namja kurus sedang duduk memainkan ponselnya. Aku akui, memang namja itu terlihat keren.

“Kau siapa?”

Namja itu berdiri dan menampakan senyum manis kepadaku. Astaga aku tidak salah lihat orang bukan? Ini benar Kyungsoo oppa? Aku melihat Kyungsoo oppa tersenyum kepadaku.

Apakah aku masih bermimpi sekarang? Aku mencubit lengan ku dengan kencang dan rasa sakit itulah yang aku rasakan saat ini. Aku sekarang tidak sedang bermimpi. Ini benar sebuah kenyataan. Kyungsoo oppa sekarang ada dihadapan ku.

“Mengapa kau mencubit lengan mu sendiri? Jangan sakiti dirimu Nana.”
Aku hanya tersenyum malu. Tanpa sadar aku langsung memeluknya. Memeluknya dengan sangat erat sekali. Benar ini kau oppa. Kau tidak hanya sebuah mimpi belaka. Aku bisa merasakan tubuhmu. Mencium aroma parfum mu. Ini benar kenyataan.

“Nana mengapa kau masih memakai piyama mu huh? Kau tidak malu Kyungsoo melihatmu seperti itu. Cepatlah mandi sekarang.”

Perkataan eomma membuatku malu. Memang aku masih menggunakan piyama sekarang.

“Baiklah eomma. Aku akan segera mandi. Oppa kau tunggu sebentar ya.”

Aku langsung bergegas menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi aku berganti baju dengan memilih baju terbaik ku. Aku ingin terlihat cantik didepan Kyungsoo oppa. Setelah beberapa lama mempercantik diriku aku aku pun turun menghampiri Kyungsoo oppa.
-
-
Melihat sekarang Kyungsoo oppa sedang bernyanyi membuatku sangat senang. Melihat kekasih menyanyikan lagu romantis untuk kita bukankah itu sangat membuat hati kita melayang entah kemana.

Setelah selesai dengan urusan menyanyinya, aku lebih memilih untuk berada disampinya sekarang. Menyandarkan kepalaku dibahunya. Sepertinya Kyungsoo oppa akan bercerita panjang lebar sekarang. Cerita tentang pertemuan ku dengannya dari awal sampai akhir. Aku tidak tahu mengapa dia sangat suka sekali menceritakan hal itu kepadaku berulang kali. Padahal semalam aku baru saja memimpikan soal ini.

Masih tetap terus bercerita, aku memainkan ponsel ku sambil mendengar ceritanya. Aku membuka galeri foto ponsel ku. Satu persatu foto Kyungsoo oppa aku lihat. Wajahnya yang tampan. Wajahnya yang begitu menggemaskan. Aku selalu menyukai wajah itu. Wajah yang sekarang benar-benar sudah berada di dalam hati ku. Wajah yang sudah membuatku ingin terus dengannya selamanya.

Memiliki seorang kekasih yang sangat mencintai kita rasanya begitu bahagia sekali. Seperti apa yang aku rasakan terhadap Kyungsoo oppa sekarang. Aku tidak menyangka pertemuan ku dibandara akan berakhir seperti ini. Aku dan oppa sepertinya sudah ditakdirkan untuk bersama. Kyungsoo oppa saranghaeyo.

-End-